Mengenal lebih dekat Desa Mliwang
Sejarah Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, berpusat pada tokoh pendiri sekaligus penyebar agama Islam awal, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Desa ini merupakan salah satu wilayah yang memiliki akar sejarah Islam yang kuat di Bumi Wali.
Tokoh Utama dan Asal-Usul
Tokoh sentral dalam sejarah Mliwang adalah Sayyid Abdullah, seorang Waliyullah yang diyakini datang dan berdakwah di wilayah ini bahkan jauh sebelum era Wali Songo. Saat itu, Mliwang masih berupa hutan belantara.
Sayyid Abdullah dikenal luas dengan julukan Mbah Buyut Sumber Banyu. Julukan ini diberikan karena beliau berhasil menemukan atau menciptakan sumur air yang memiliki mata air abadi (tidak pernah kering) dan hingga kini menjadi penopang utama kehidupan warga desa. Setelah wafat, makam beliau berada di sebuah bukit yang dikenal sebagai Gunung Tugel, yang kini menjadi lokasi ziarah utama dan situs bersejarah desa.
Kearifan Lokal dan Tradisi Kunci
Masyarakat Desa Mliwang sangat memegang teguh tradisi dan tata cara hidup yang terkait dengan pesan atau wasiat dari Sayyid Abdullah. Dua tradisi dan mitos utama yang dipegang erat adalah:
Pantangan Arah Rumah (Utara): Warga secara ketat dilarang membangun rumah yang menghadap langsung ke arah Utara, yaitu arah di mana makam Sayyid Abdullah berada. Pelarangan ini dipercaya sebagai wasiat agar warga tidak mengultuskan beliau, dan pelanggaran terhadap pantangan ini diyakini dapat membawa musibah.
Tradisi Sedekah Bumi: Ini adalah ritual tahunan yang dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keberkahan hidup. Acara adat ini selalu dipusatkan di sekitar Makam Mbah Buyut Sumber Banyu.
"Terwujudnya Desa Mliwang yang Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berbudaya melalui Penguatan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Nilai Kearifan Lokal."
Siti Mahfudhoh
Eli Siswoyo
Darmaji
Dasir
Maya Anggara
Juri
Susilo Prasetiyo
Kusnadi
Winoto
Arum Kusumaning Ayu